Layang-Layang Tradisional “ Kaghati “
Permainan Rakyat Dengan Layang-Layang Tradisional “ Kaghati “
Tulisan yang sangat sederhana ini dibuat dengan maksud agar olahraga tradisional kaghati dapat dikenal oleh masyrakat secara meluas, baik nasional maupun internasional. Selain itu diharapkan dapat memperkaya khasanah budaya bangsa Indonesia.
Perjalanan permainan rakyat Kab. Muna Dengan Layang-layang.
Bermain layang-layang oleh masyarakat Muna telah menjadi hiburan mereka yang jangka atau saat pertama dimainkan masih memerlukan penelitian yang sangat mendasar. Permainan yang telah lama ini dipertotonkan pertama ditingkat Nasional. Nanti pada tahun 1995 pada saat Festifal Layang-layang Internasional di pantai Mariana Ancol- Jakarta.
Disaat Festival itulah layang-layang tradisional Muna mulai memukau perhatian para pelayang-layang Nusantara dan pelayang-layang dunia utamanya Prancis.
Bulan September 1996 layang-layang tradisional Muna mulai diundang ke Prancis pada saat Festival layang-layang Internasional yang terbesar di Eropa yang dihadiri oleh 36 Negara di dunia dan diadakan di Deepe (pantai Normandia) Prancis Barat atau 250 km dari Kota Paris tepatnya tanggal 9 September 1996 Kaghati dinaikan pertama dibumi Eropa oleh SUARNADI MAKUTA. Bulan Maret – April 1997 atraksi layang-layang Tradisional Muna (Kaghati), kembali diundang khusus dan terhormat dan tempatnya di Berek Sur Mer Parncis Utara. Permainan Kaghati diundang khusus dan terhormat karena telah menjadi polemik Dunia antara Cina dan Eropa. Cina telah menyatakan bahwa merekalah penemu pertama layang-layang di Dunia yaitu sejak 2500 tahun sebelum Masehi namun setelah masyarakat Eropa melihat sendiri layang-layang Kaghati mereka sudah tidak yakin akan statement pelayang-layang dari China tersebut. Setelah diadakan pelitian lebih lanjut layang-layang yang diterbangkan oleh China pada 2500 tahun sebelum masehi tersebut ialah sejenis Gantole yang ada orangnya terbuat dari bahan kain halus yang digunakan sebagai sarana untuk mengintai musuh. Masyarakat pelayang-layang Eropa jadi kurang percaya akan statement China tersebut setelah melihat layang-layang Tradisional Muna (Kaghati) yang bahan-bahannya keseluruhannya terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak satupun komponennya yang terbuat dari hasil industri. Sejak saat itu (1996/1997) hingga saat ini selalu diundang dan telah mendunia yang merupakan media yang sangat strategis untuk pengenalan dan promosi pariwisata baik di Nusantara dan khususnya di manca Negara.
Bahan-bahan layang-layang Tradisional Muna (Kaghati)
- Daun Ubi gading (latin) DiscoreaHipsida (bahasa Daerah) kolope
- Rangka :
- Bambu Bulu untuk yang Vertikal ( Bahasa Daerah) Kainere
- Bambu yang diraut untuk yang horizontal (pani)
- Kulit ari batang pohon waru untuk net penahan angin (bahasa daerah) Kololonda
- Bambu bulu yang diraut sangat halus sebagai bahan untuk menjahit atau menyambung antara daun ( Kasoma)
- Alat penimbang yang juga berfungsi sebagai bunyi-bunyi (kamuu)
- Bhanta penyambung keliling sehingga berupa diamond shape.
- Rautan bambu yang dibusurkan keatas
- Rotan yang dianyam tipis yang direntang diatas busur sebelah-menyebelah atau dibuat dari daun lontar
- Batang tebu Hutan
Tali dari pintalan serta daun nenas hutan ( agave cantala )
Untuk ukuran besar layang-layang masyarakat Tradisional Muna pada saat itu belum mengenal ukuran meter. Mereka hanya menyesuaikan layang-layang sesuai pemakaiannya.
- Tinggi hingga lutut manusia (ampa tuu)
- Tinggi hingga pusat manusia (ampa puhe)
- Tinggi hingga dagu manusia ( ampa ghase)
- Tinggi hingga sejejer kepala manusia (ampa sainere)
- Tinggi hingga ancungan tangan manusia (ampa sainere serofa)
Tahun 1997 di Berek Sur Mer Prancis Utara.
Delegasi Indonesia dan Kaghati sebagai Primadona.
Yang diikuti oleh :
- SUARNADI MAKUTA Ketua Muna Heritage Kite Club
- ANSHORI D Ketua Persatuan Pelayang-layang se-Indonesia
- SARI MAJID Sekjen Persatuan Pelayang-layang se- Indonesia, Direktur Le Gong Kite Shop,Jakarta.
- H. ARSAD Pelayang-layang dari Propinsi Lampung.
- DJATIE G Pelayang –layang dari Propinsi DIY.
- LA SIMA Pelayang-layamg dari Kab. Muna.
- LA MASILI Pelayang-layamg dari Kab. Muna.
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- September 2008 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS